manurulqarnain.sch.id- Kegiatan study tour yang diikuti siswa MANUQA menjadi pengalaman pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memperluas wawasan melalui pengamatan dan praktik secara langsung. Salah satu destinasi yang dikunjungi adalah WESB Malang, tempat para siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai proses di bidang peternakan, pengolahan susu, produksi pangan, hingga pemanfaatan limbah sebagai sumber energi alternatif.
Setibanya di WESB Malang, rombongan disambut oleh Kak Riski Andika yang membuka kegiatan sekaligus memberikan pengantar mengenai rangkaian aktivitas yang akan diikuti. Para siswa kemudian diarahkan menuju area produksi susu pasteurisasi dan mendapatkan pendampingan dari Pakde Anwar untuk mengenal tahapan pengolahan susu secara lebih dekat.
Dalam sesi tersebut, siswa diperkenalkan pada proses pengolahan susu sejak tahap awal. Susu hasil pemerahan terlebih dahulu melalui pengujian kualitas di laboratorium. Setelah dinyatakan memenuhi standar, susu disimpan dalam tangki penampungan sebelum memasuki tahap pengolahan berikutnya.
Selanjutnya, susu dialirkan menuju boil mix untuk dicampurkan dengan bahan tambahan, seperti perisa atau ekstrak buah, sesuai dengan jenis produk yang akan dihasilkan. Proses kemudian dilanjutkan dengan pasteurisasi menggunakan Plate Heat Exchanger (PHE) melalui metode High Temperature Short Time (HTST). Setelah melalui proses pemanasan, susu didinginkan hingga mencapai suhu sekitar 4°C sebelum masuk ke tahap homogenisasi. Pada proses ini, lemak susu dipecah menjadi partikel yang lebih kecil sehingga menghasilkan campuran yang lebih homogen. Produk yang telah selesai diproses kemudian dikemas dan disimpan dalam cooling storage untuk mempertahankan kualitas dan kesegarannya.
Mengenal Beragam Produk Olahan Susu
Usai mengamati proses produksi susu pasteurisasi, para siswa mengunjungi area penjualan berbagai produk olahan susu. Beragam produk diperkenalkan, mulai dari susu pasteurisasi, yoghurt, keju, es krim, hingga balok susu batu coklat. Kegiatan ini memberikan gambaran kepada siswa mengenai bagaimana bahan baku susu dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke tempat pembuatan keju. Para siswa diperkenalkan dengan beberapa jenis keju yang diproduksi, di antaranya mozzarella dan cheddar. Selanjutnya, siswa mengunjungi area produksi es krim yang dipandu oleh Kak Pras. Di sana, siswa mengenal dua jenis es krim, yaitu full cream dan gelato, beserta bahan-bahan yang digunakan seperti fresh milk, flavour, gula, dan ice powder. Bahan-bahan tersebut kemudian diolah menggunakan ice cream maker.
Belajar dari Peternakan dan Lingkungan
Tidak berhenti pada proses produksi, kegiatan study tour juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya perawatan hewan ternak dan pengelolaan lingkungan. Di ruang edukasi, siswa menyaksikan video mengenai proses produksi susu pasteurisasi serta tata cara perawatan sapi agar mampu menghasilkan susu yang berkualitas. Materi tersebut juga menekankan pentingnya kebersihan, kualitas produk, dan kondisi lingkungan peternakan.
Siswa juga memperoleh wawasan mengenai peternakan lebah dan proses produksi madu. Bu Desi menjelaskan berbagai jenis lebah, mulai dari lebah ratu, lebah pejantan, hingga lebah pekerja, serta proses pengambilan madu dan alat-alat yang digunakan. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam menyimak dan mengajukan pertanyaan selama kegiatan berlangsung.
Pengalaman semakin menarik ketika siswa berkesempatan melihat langsung peternakan lebah yang dipandu oleh Pak Bambang. Setelah itu, rombongan mengunjungi peternakan sapi dan mendapatkan penjelasan dari dr. Shinta mengenai teknik pemerahan sapi yang tepat agar susu tetap bersih dan berkualitas, sekaligus memahami proses perkembangbiakan sapi.
Salah satu momen yang paling berkesan bagi siswa adalah kesempatan untuk memerah susu sapi secara langsung. Pengalaman tersebut tidak hanya menghadirkan keseruan, tetapi juga membantu siswa memahami secara nyata proses yang selama ini mereka kenal melalui pembelajaran teori di kelas.
Mengubah Limbah Menjadi Energi Alternatif
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke tempat pembuatan biogas yang memanfaatkan kotoran sapi sebagai bahan baku energi alternatif pengganti LPG. Para siswa diperkenalkan dengan tahapan pengolahan biogas, mulai dari pencampuran sekitar 30 kg kotoran sapi dengan air menggunakan mixer hingga proses fermentasi di dalam digester yang menghasilkan gas metana.
Selain menghasilkan gas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar, sisa proses fermentasi juga dapat digunakan sebagai pupuk untuk lahan pertanian. Hal ini memberikan pemahaman kepada siswa bahwa limbah peternakan dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai guna bagi kehidupan sehari-hari.
Kegiatan study tour MANUQA di WESB Malang menjadi pengalaman pembelajaran yang mempertemukan teori dengan praktik secara langsung. Para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengolahan susu, peternakan sapi dan lebah, serta produk olahan susu, tetapi juga belajar tentang pemanfaatan limbah menjadi energi alternatif.
Melalui kegiatan ini, pembelajaran menjadi lebih kontekstual karena siswa dapat melihat, mendengar, bertanya, dan mencoba secara langsung berbagai proses yang sebelumnya hanya dipelajari secara teori. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, memperluas wawasan, serta memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi seluruh siswa MANUQA.


Tuliskan Komentar Anda