Madrasah Aliyah Nurul Qarnain (MANUQA) resmi membuka kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) bagi para siswa baru. Kegiatan tahunan ini dirancang sebagai sarana pengenalan lingkungan madrasah, program ekstrakurikuler, organisasi kesiswaan, pengembangan keterampilan, serta berbagai program unggulan lainnya.
Acara pembukaan (opening ceremony) yang mengusung tema “Generasi Madani, Prestasi Mendunia” ini berlangsung dengan khidmat di Auditorium KH. Yazid Karimullah, serta dihadiri oleh seluruh civitas akademika Madrasah Aliyah Nurul Qarnain.
Pembukaan yang Khidmat dan Penuh Berkah
Sebelum prosesi acara dimulai, suasana auditorium dihangatkan oleh lantunan salawat merdu yang dibawakan oleh grup nasyid “Al-Busyro”. Acara kemudian dipandu secara resmi oleh Master of Ceremony (MC). Sebagai bentuk tabarukan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, Achmad Siad diperkenankan maju untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an secara khusyuk.
Pesan Kepala Madrasah: Kesuksesan Butuh Perjuangan (Mujahadah)
Memasuki acara inti, Kepala Madrasah Aliyah Nurul Qarnain, Lora H. Nakhlid Syafi’i, memberikan sambutan hangat sekaligus memotivasi para siswa baru. Dalam arahannya, beliau mengutip sebuah hadis riwayat Abi Said Al-Khudri mengenai kemuliaan para penuntut ilmu yang datang dari tempat jauh, di mana Rasulullah SAW memerintahkan untuk menyambut mereka dengan kalimat, "Ahlan wa sahlan wa marhaban". [1]
Merujuk hadis tersebut, Lora Nakhlid menyampaikan rasa bangga atas kehadiran para santri baru di MANUQA. Beliau menekankan pentingnya perjuangan yang sungguh-sungguh selama menempuh pendidikan.
“Tidak ada kesuksesan yang dapat dicapai tanpa adanya mujahadah (perjuangan). Gunakan waktu berproses di madrasah ini sebaik mungkin, karena cara kita mengelola waktu hari ini akan menentukan kesuksesan di masa depan,” pesan beliau.
Titipan Salam dari Wakil Presiden RI
Dalam kesempatan yang sama, Lora Nakhlid turut menyampaikan salam hangat dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Gibran Rakabuming Raka, yang beliau terima saat menghadiri sebuah undangan di Banyuwangi.
Beliau mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini menaruh harapan besar dan mendambakan lulusan pesantren untuk menjadi pemimpin bangsa. Lulusan pesantren dinilai memiliki modal karakter yang sangat penting dan mulai langka di era modern, yaitu sifat amanah dan jujur. Melalui momentum MATAMUDA ini, MANUQA diharapkan mampu mencetak kader-kader pemimpin masa depan yang berintegritas. Di akhir sambutan, beliau juga memperkenalkan jajaran staf madrasah secara singkat.
Pengenalan Jajaran Dewan Guru dan Struktur Madrasah
Sesi berikutnya diisi oleh Tim Penjamin Mutu (TPM) madrasah. Bapak Sodiq Mukhtar, selaku perwakilan TPM, memberikan sambutan sekaligus memperkenalkan jajaran dewan guru putra. Beliau membakar semangat para siswa dengan menyatakan bahwa setiap anak yang belajar di sini adalah calon mujahid dan mujahidah yang akan memegang kendali kepemimpinan di berbagai sektor profesi 5 hingga 10 tahun mendatang.
Senada dengan hal tersebut, Ibu Helmik Silvia selaku Wakil TPM turut memberikan sambutan untuk memperkenalkan jajaran dewan guru putri beserta bidang tugas masing-masing di lingkungan MANUQA.
Menjaga Jati Diri sebagai Pencari Ilmu
Sebagai penutup rangkaian pengarahan, KH. Wahid Zaini menyampaikan tausiah singkat sekaligus mempertegas definisi seorang pencari ilmu. Beliau mengingatkan bahwa hakikat pencari ilmu adalah mereka yang terus berupaya tanpa henti untuk belajar. Jika seorang santri berhenti belajar, maka ia akan kehilangan jati diri keilmuannya. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi doa bersama yang dipimpin oleh beliau secara khusyuk.
Rangkaian pembukaan MATAMUDA ini diakhiri dengan pembacaan Salawat Busyro secara bersama-sama oleh seluruh siswa-siswi. Suasana harmonis dan penuh kekeluargaan yang tercipta sepanjang acara diharapkan menjadi modal utama sinergi civitas akademika untuk membawa MANUQA menuju gerbang kesuksesan yang lebih gemilang.


Tuliskan Komentar Anda